Minggu, 13 Maret 2011

CA COLON

Pengertian
Usus besar adalah bagian dari sistem pencernaan ( digestive system ) dimana materi yang dibuang (sampah) disimpan. Rektum (rectum) adalah ujung dari usus besar dekat dubur (anus). Bersama, mereka membentuk suatu pipa panjang yang berotot yang disebut usus besar. Tumor - tumor usus besar dan rektum adalah pertumbuhan - pertumbuhan yang datangnya dari dinding dalam dari usus besar. Tumor - tumor ramah dari usus besar disebut polip - polip ( polyps ). Tumor - tumor ganas dari usus besar disebut kanker. Polip - polip ramah tidak menyerang jaringan yang berdekatan dengannya atau menyebar ke bagian-bagian lain tubuh. Polip - polip ramah dapat diangkat dengan mudah sewaktu colonoscopy. Jika polip - polip ramah tidak diangkat dari usus besar, mereka dapat menjadi ganas ( bersifat kanker ) melalui waktu. Kebanyakan dari kanker - kanker usus besar dipercayai telah berkembang dari polip - polip. Kanker usus besar dan rektum, juga dirujuk sebagai kanker kolorektal ( colorectal cancer ), dapat menyerang dan merusak jaringan - jaringan dan organ-organ yang berdekatan. Sel - sel kanker juga dapat pecah dan keluar dan menyebar pada bagian-bagian lain tubuh ( seperti hati dan paru – paru ) dimana tumor - tumor baru terbentuk. Penyebaran kanker usus besar ke organ - organ yang terletak jauh darinya disebut metastasis dari kanker usus besar. Sekali metastasis telah terjadi pada kanker kolorektal (colorectal cancer), suatu penyembuhan yang penuh dari kanker adalah tidak mungkin.
Etiologi
1.      Usia
Umumnya kanker kolorektal menyerang lebih sering pada usia tua. Lebih dari 90 persen penyakit ini menimpa penderita diatas usia 50 tahun. Walaupun pada usia yang lebih muda dari 50 tahunpun dapat saja terkena. Sekitar 3 % kanker ini menyerang penderita pada usia dibawah 40 tahun.
2.      Polip kolorektal
Adalah pertumbuhan tumor pada dinding sebelah dalam usus besar dan rektum. Sering terjadi pada usia diatas 50 tahun. Kebanyakan polip ini adalah tumor jinak, tetapi sebagian dapat berubah menjadi kanker. Menemukan dan mengangkat polip ini dapat menurunkan risiko terjadinya kanker kolorektal.
3.      Riwayat kanker kolorektal pada keluarga
Bila keluarga dekat yang terkena ( orangtua, kakak, adik atau anak ), maka risiko untuk terkena kanker ini menjadi lebih besar, terutama bila keluarga yang terkena tersebut terserang kanker ini pada usia muda.
4.      Kelainan genetik
Perubahan pada gen tertentu akan meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal. Bentuk yang paling sering dari kelainan gen yang dapat menyebabkan kanker ini adalah hereditary nonpolyposis colon cancer (HNPCC), yang disebabkan adanya perubahan pada gen HNPCC. Sekitar tiga dari empat penderita cacat gen HNPCC akan terkena kanker kolorektal, dimana usia yang tersering saat terdiagnosis adalah diatas usia 44 tahun.
5.      Pernah menderita penyakit sejenis
Dapat terserang kembali dengan penyakit yang sama untuk kedua kalinya. Demikian pula wanita yang memiliki riwayat kanker indung telur, kanker rahim, kanker payudara memiliki risiko yang tinggi untuk terkena kanker ini.
6.      Radang usus besar
Berupa colitis ulceratif atau penyakit Crohn yang menyebabkan inflamasi atau peradangan pada usus untuk jangka waktu lama, akan meningkatkan risiko terserang kanker kolorektal.


7.      Diet
Makanan tinggi lemak ( khususnya lemak hewan ) dan rendah kalsium, folat dan rendah serat, jarang makan sayuran dan buah-buahan, sering minum alkohol, akan meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal.
8.      Merokok
Dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker ini.
Patofisiologi
Kanker kolon dan rectum terutama (95%) adenokarsinoma ( muncul dari lapisan epitel usus). Dimulai sebagai polip jinak tetapi  dapat menjadi ganas dan menyusup serta merusak jaringan normal serta meluas ke dalam struktur sekitarnya. Sel kanker  dapat terlepas dari tumor primer dan menyebar ke bagian tubuh yang lain ( paling sering hati ).
Manifestasi Klinis
Gejala - gejala kanker usus besar adalah banyak dan tidak spesifik. Mereka termasuk kelelahan, kelemahan, sesak napas, perubahan-perubahan pada kebiasaan - kebiasaan usus besar, feces - feces yang sempit ( kecil ), diare atau sembelit, darah merah atau hitam pada feces, kehilangan berat badan, sakit perut, kejang-kejang, atau kembung. Kondisi-kondisi lain seperti irritable bowel syndrome ( usus besar yang kejang ), ulcerative colitis, penyakit Crohn, diverticulosis, dan penyakit bisul perut ( peptic ulcer ) dapat mempunyai gejala - gejala yang meniru kanker kolorektal.
Kanker usus besar dapat hadir untuk beberapa tahun sebelum gejala - gejalanya berkembang. Gejala - gejalanya bervariasi menurut dimana di dalam usus besar tumornya berlokasi. Usus besar kanan adalah luas ( lapang ), dan kanker - kanker dari usus besar kanan dapat tumbuh ke ukuran - ukuran besar sebelum mereka menyebaban gejala - gejala perut manapun. Secara khas, kanker - kanker usus besar sebelah kanan menyebabkan anemia yang kekurangan zat besi ( iron deficiency anemia ) disebabkan oleh hilangnya darah secara perlahan melalui suatu periode waktu yang panjang. Anemia kekurangan zat besi ( iron deficiency anemia ) menyebabkan kelelahan, kelemahan, dan sesak napas. Usus besar kiri adalah lebih sempit daripada usus besar kanan. Oleh karenanya, kanker - kanker dari usus besar kiri lebih mungkin menyebabkan halangan usus besar sebagian atau sepenuhnya. Kanker - kanker yang menyebabkan halangan usus besar sebagian dapat menyebabkan gejala - gejala sembelit, feses yang sempit, diare, nyeri - nyeri perut, kejang - kejang, dan kembung. Darah merah yang terang pada feses mungkin juga mengindikasikan suatu pertumbuhan dekat akhir dari usus besar kiri atau rektum.
Komplikasi
Pertumbuhan tumor dapat menyebabkan obstruksi usus parsial atau lengkap. Pertumbuhan dan ulserasi dapat menyerang pembuluh darah sekitar kolon yang menyebabkan hemorargi. Perforasi dapat terjadi, dan mengakibatkan pembentukan abses. Peritonitis dan / sepsis dapat menimbulkan syok.
Penatalaksanaan
  • Penatalaksanaan medis
Pasien dengan gejala obstruksi usus diobati dengan cairan IV dan penghisapan nasogatrik. Apabila terdapat perdarahan yang cukup bermakna, tetapi terapi komponen darah dapat diberikan. Pengobatan tergantung pada tahap penyakit dan komplikasi yang b erhubungan. Endoskopi, ultrasonografi, laparoskopi telah terbukti berhasil dalam pertahapan kanker kolorectal pada periode praoperatif. Metode pentahapan yang digunakan secara luas adalah klasifikasi Duke
a.      Kelas A : Tumor dibatasi oloeh mukosa dan sub mukosa
b.      Kelas B : Penetrasi melalui dinding usus
c.       Kelas C : infasi ke dalam system limfe yang mengalir regional
d.      Kelas D : Metastasis regional tahap lanjutt dan penyebaran yang luas
Pengobatan medis untuk kanker kolorectal paling sering dalam bentuk pendukung dan terapi ujufan. Terapi ujufan biasanya diberikan selain terapi bedah itu mencakup kemoterapi, terapi radiasi, dan imunoterapi. Terapi ajufan standart yang diberikan untuk pasien dengan kanker kolon kelas C adalah program 5- FU atau lefamesole. Pasin dengan kanker rectal kelas B dan C biberikan 5 – FU dan Metil CCNU dan dosis tinggi radiasi pelvis. Terapi radiasi sekarang digunakan pada periode operatif, intra operatif,  dan pasca operatif, untuk memperkecil tumor, mencapai hasil yang lebih baik dari pembedahan, dan untuk menguarangi resiko kekambuhan. Untuk temuan yang tidak dioperasi atau tidak dapat direseksi, radiasi digunakan untuk menghilang kan gejala secara bermakna. Alat radiasi intrakavitas yang dapat diimplantasikan dapat digunakan. Data paling baru menunjukkan adanya kelambatan periode kekambuhan tumor dan peningkatan waktu bertahan hidup untuk pasien yang mendapat beberapa untuk terapiajufan.
Penatalaksanaan Bedah
Pembedahan adalah tindakan primer untuk kebanyakan kanker kolon dan rectal. Pembedahan dapat bersifat kuratif / paliatif. Kanker yang terbatas pada satu sisi dapat diangkat dengan kolonoskop. Kolostomi laparoskopi dengan polipektomi, suatu prosedur yang baru dikembangkan untuk meminimalkan luasnya pembedahan pada beberapa  kasus. Laparoskop digunakan sebagai pedoman dalam membuat keputusan di kolon; masa tumor kemudian dieksisi. Laser Nd: YAG telah terbukti efektif pada beberapa lesi. Leseksi usus diindikasikan untuk kebanyakan lesi kelas A dan semua kelas B serta lesi C. Pembedahan kadang dianjurkan untuk mengatasi kanker kolon kelas D. Tujuan pembedahan dalam situasi ini adalah paliatif. Apabila tumor telah menyebar dan mencakup struktur vital sekitar, operasi tidak dapat dilakukan. Tipe pembedahan tergantung pada lokasi dan ukuran tumor. Prosedur pembedahan pilihan adalah sebagai berikut (doughty & Jackson,1993) :
1)      Reseksi segmental anastomosis (pengangkatan tumor dan porsi usus pada sisi pertumbuhan,pembuluh darah,dan nodus limfatik)
2)      Reseksi abdominoperineal dengan kolostomi sigmoid permanen (pengangkatan tumor dan porsi sigmoid dan semua rectum serta sfinter anal)
3)      Kolostomi sementara diikuti dengan reaksi segmental dan anastomosis serta reanastomosis lanjut dari kolostomi (memungkinkan dekompresi usus awal dan persiapan usus sebelus reaksi)
4)      Kolostomi permanen atau ileostomi (untuk menyembuhkan lesi obstruksi yangtidak dapat direseksi).
Pemeriksaan Penunjang
Ketika kanker usus besar dicurigai, salah satu dari suatu lower GI series (barium enema x-ray) atau colonoscopy dilakukan untuk menkonfirmasikan diagnosis dan melokalisir tumor.  Suatu barium enema melibatkan pengambilan x-rays dari usus besar dan rektum setelah pasien diberikan suatu enema dengan suatu cairan yang putih seperti kapur yang mengandung barium. Barium memperlihatkan usus-usus besar pada x-rays. Tumor-tumor dan kelainan-kelainan lainnya tampak sebagai bayangan-bayangan gelap pada x-rays.
Colonoscopy adalah suatu prosedur dimana dokter memasukkan suatu tabung panjang penglihat yang lentur kedalam rektum dengan tujuan memeriksa bagian dalam dari seluruh usus besar. Colonoscopy pada umumnya dipertimbangkan lebih akurat daripada barium enema x-rays, terutama dalam mendeteksi polip-polip kecil. Jika polip-polip usus besar ditemukan, mereka biasanya diangkat melalui colonoscope dan dikirim ke ahli patologi. Ahli patologi memeriksa polip-polip dibawah mikroskop untuk memeriksa kanker. Ketika mayoritas (kebanyakan) dari polip-polip yang diangkat melalui colonoscopes adalah jinak (ramah), banyak adalah yang belum bersifat kanker (precancerous). Pengangkatan dari polip-polip sebelum bersifat kanker mencegah pengembangan dari kanker usus besar dimasa depan dari polip-polip ini.
Jika pertumbuhan-pertumbuhan yang bersifat kanker ditemukan sewaktu colonoscopy, contoh-contoh jaringan yang kecil (biopsies) dapat diperoleh dan diperiksa dibawah mikoroskop untuk mengkonfirmasikan diagnosis. Jika kanker usus besar dikonfirmasikan oleh suatu biopsy, pemeriksaan-pemeriksaan pementasan dilakukan untuk menentukan apakah kanker telah menyebar pada organ-organ lain. Karena kanker kolorektal cenderung untuk menyebar ke paru-paru dan hati, tes-tes pementasan biasanya memasukkan x-rays dada, ultrasonography, atau suatu scan CAT scan dari paru-paru, hati, dan perut.
Kadangkala, dokter dapat mendapatkan suatu tes darah untuk CEA (carcinoembyonic antigen). CEA adalah suatu unsur yang dihasilkan oleh beberapa sel-sel kanker. Ia adakalanya ditemukan dalam tingkat-tingkat yang tinggi pada pasien-pasien dengan kanker kolorektal, terutama ketika penyakitnya telah menyebar.
Sayangnya, kanker-kanker usus besar telah berlanjut jauh sebelum mereka terdeteksi. Pencegahan kanker usus besar yang paling efektif adalah deteksi dini dan pengangkatan dari polip-polip usus besar yang belum bersifat kanker sebelum mereka berubah menjadi bersifat kanker. Bahkan pada kasus-kasus dimana kanker telah berkembang, deteksi awal tetap masih memperbaiki secara signifikan kemungkinan dari suatu penyembuhan dengan pengangkatan kanker secara operasi sebelum penyakitnya menyebar ke organ-organ lain. Berbagai organisasi-organisasi kesehatan dunia telah menyarankan petunjuk-petunjuk screening secara umum.
Pemeriksaan Rektum Dengan Jari Dan Tes Darah Yang Tersembunyi Dari Feces
Adalah direkomendasikan bahwa semua individu-individu yang umurnya lebih dari 40 tahun mempunyai pemeriksaan-pemeriksaan rektum dengan jari setiap tahun dan fecesnya diperiksa untuk darah yang tersembunyi. Sewaktu pemeriksaan rektum dengan jari, dokter memasukkan suatu jari yang disarungi kedalam rektum untuk merasakan pertumbuhan-pertumbuhan yang abnormal. Contoh-contoh feces dapat diperoleh untuk memeriksa darah yang tersembunyi (occult blood). Kelenjar prostat dapat diperiksa pada saat yang bersamaan.
Suatu tes screening yang penting untuk kanker-kanker dan polip-polip kolorektal adalah tes darah tersembunyi dari feces. Tumor-tumor dari usus besar dan rektum cenderung berdarah pelan-pelan kedalam feces. Jumlah yang kecil dari darah yang tercampur kedalam feces biasanya tidak terlihat oleh mata yang telanjang. Tes-tes darah tersembunyi feces yang umumnya digunakan bersandar pada perubahan-perubahan (konversi) warna kimia untuk mendeteksi jumlah-jumlah yang mikroskopik (sangat kecil) dari darah. Tes-tes ini adalah kedua-duanya menyenangkan dan tidak mahal. Suatu jumlah kecil dari contoh feces dicoreng pada suatu kartu yang khusus untuk tes darah tersembunyi. Biasanya, tiga kartu-kartu feces yang berurutan dikumpulkan. Seseorang yang tes-tesnya positif untuk darah yang tersembunyi di feces mempunai suatu kemungkinan dari 30% sampai 45% mempunyai suatu polip usus besar dan suatu kemungkinan dari 3% sampai 5% mempunyai suatu kanker usus besar. Kanker-kanker usus besar yang ditemukan dibawah keadaan-keadaan ini cenderung adalah awal (dini) dan mempunyai suatu prognosis jangka panjang yang lebih baik.
Adalah penting untuk mengingat bahwa mempunyai feces yang dites positif untuk darah yang tersembunyi tidak perlu berarti orang itu mempunyai kanker usus besar. Banyak kondisi-kondisi lain dapat menyebabkan darah yang tersembunyi di feces. Bagaimanapun, pasien-pasien dengan suatu darah yang tersembunyi di feces harus menjalankan evaluasi-evaluasi lebih jauh melibatkan barium enema x-rays, colonoscopies, dan tes-tes lainnya untuk mengeluarkan/meniadakan kanker usus besar, dan untuk menerangkan sumber perdarahan. Adalah juga penting untuk menyadari bahwa feces yang telah dites negatif untuk darah yang tersembunyi tidak berarti ketidakhadiran dari polip-polip dan kanker kolorektal. Bahkan dibwah kondisi-kondisi tes yang ideal, paling sedkit 20% dari kanker-kanker usus besar dapat luput dari sceening darah yang tersembunyi dari feces. Banyak pasien-pasien dengan polip-polip usus besar diperiksa negatif untuk darah yang tersembunyi dari feces. Pada pasien-pasien yang dicurigai mempunyai tumor-tumor usus besar, dan pada mereka-mereka dengan faktor-faktor risiko tinggi mengembangkan polip-polip dan kanker kolorektal, sigmoidoscopies yang lentur atau screening colonoscopies dilakukan bahkan jika tes-tes darah yang tersembunyi dari feces adalah negatif.
Flexible sigmoidoscopy dan colonoscopy
Mulai pada umur 50 tahun, suatu tes-tes screening flexible sigmoidoscopy direkomendasikan setaiap tiga sampai lima tahun. Flexible sigmoidoscopy adalah suatu pemeriksaan dari rektum dan usus besar yang lebih bawah menggunakan suatu tabung penglihat (suatu versi pendek dari colonoscopy). Studi-studi akhir ini telah menunjukan bahwa penggunaan screening flexible sigmoidoscopy dapat mengurangi kematian dari kanker usus besar. Ini adalah hasil dari pedeteksian polip-polip atau kanker-kanker dini pada orang-orang tanpa gejala-gejala. Jika sebuah polip atau kanker ditemukan, suatu colonoscopy yang komplit direkomendasikan. Kebanyakan dari polip-polip usus besar dapat diangkat sepenuhnya oleh colonoscopy tanpa operasi terbuka. Baru-baru ini dokter-dokter merekomendasikan screening colonoscopies sebagai gantinya screening flexible sigmoidoscopies untuk individu-individu yang sehat mulai pada umur 50-55 tahun.
Pasien-pasien denga suatu risiko tinggi mengembangkan kanker kolorektal dapat menjalankan colonoscopies mulai pada umur-umur lebih muda dari 50 tahun. Contohnya, pasien-pasien dengan sejarah kanker usus besar keluarga direkomendasikan untuk memulai screening colonoscopies pada suatu umur yang 10 tahun sebelum kanker usus besar paling awal yang didiagnosis pada seorang saudara tingkat satu, atau lima tahun lebih awal dari polip usus besar sebelum bersifat kanker yang paling awal ditemukan pada seorang saudara tingkat satu. Pasien-pasien dengan sindrom-sindrom kanker usus besar warisan seperti FAP, AFAP, HNPCC, dan MYH direkomendasikan memulai colonoscopies lebih awal. Rekomendasi-rekomendasi berbeda tergantung dari kerusakan genetik, contohnya pada FAP; colonoscopies dapat mulai sewaktu umur-umur belasan untuk mencari perkembangan polip-polip usus besar. Pasien-pasien dengan suatu sejarah sebelumnya dari polip-polip atau kanker usus besar dapat juga menjalankan colonoscopies untuk meniadakan terjadinya kembali. Pasien-pasien dengan suatu sejarah panjang (lebih besar dari 10 tahun) dari radang borok usus besar yang kronis (chronic ulcerative colitis) mempunyai suatu peningkatan kanker usus besar, dan harus mempunyai colonoscopies secara teratur untuk mencari perubahan-perubahan sebelum bersifat kanker (precancerous changes) pada lapisan usus besar.
Konsulatasi Dan Tes Genetik
Tes-tes darah sekarang tersedia untuk memeriksa sindrom-sindrom kanker usus besar warisan FAP, AFAP, MYH, dan HNPCC. Keluarga-keluarga dengan berbagai anggota-anggota yang mempunyai kanker-kanker usus besar, anggota-anggota dengan berbagai polip-polip usus besar, anggota-anggota yang mempunyai kanker-kanker pada umur-umur muda, dan mempunyai kanker-kanker lain seperti kanker-kanker ureters, kandungan (uterus), duodenum (usus dua bela jari), dan lain-lain harus dirujuk pada konsultasi genetik yang kemungkinan diikuiti oleh tes-tes genetik. Tes-tes genetik tanpa konsulatasi sebelumnya tidak dianjurkan karena pendidikan keluarga yang ekstensif yang terlibat dan sifat yang ruwet dari menginterpretasikan hasil-hasil tes.
Keuntungan-keuntungan dari konsultasi genetik yang diikuti oleh tes-tes genetik termasuk: (1) mengidentifikasi anggota-anggota keluarga yang berisiko tinggi mengembangkan kanker usus besar untuk memulai colonoscopies lebih awal; (2) mengidentifikasi anggota-anggota berisiko tinggi sehingga screening dapat mulai untuk mencegah kanker-kanker lain seperti tes-tes ultrasound untuk kanker kandungan, pemeriksaan-pemeriksaan urin untuk kanker ureter, dan endoscopies atas untuk kanker-kanker perut dan usus dua belas jari (duodenum); dan (3) mengurangi kekhwatiran untuk anggota-anggota yang tesnya negatif untuk kerusakan-kerusakn genetik warisan.
Diet dan Kanker Usus Besar Untuk mencegah Kanker Usus Besar
Orang-orang dapat merubah kebiasaan-kebiasaan makan mereka dengan mengurangi masukan lemak dan meningkatkan serat pada diet (makanan) mereka. Sumber-sumber utama dari lemak adalah daging, telur-telur, produk-produk susu, salad dressings, dan minyak-minyakyang digunakan untuk masak. Serat adalah bagian dari materi tanaman yang tidak dapat larut dan tidak dapat dicerna yang hadir dalam buah-buhan, sayur-sayuran, dan roti-roti whole-grain dan gandum-gandum. Adalah didalilka bahwa serat yang tinggi didalam diet menjurus pada penciptaan dari feces-feces yang besar sekali ukurannya yang dapat membersihkan usus-usus dari karsinogen-karsinogen yang berpotensi. Sebagai tambahan, serat menjurus pada transit yang lebih cepat dari feces melalui usus, jadi mengizinkan lebih sedikit waktu untuk suatu karsinogen yang berpotesi untuk bereaksi dengan lapisan usus.
 
DAFTAR PUSTAKA
file:///I:/ca/Kanker_kolon_dan_rektum.htm
Brunner & Sudden: Buku Ajar Medikal Bedah, Malang; 2005



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar