Minggu, 13 Maret 2011

ULKUS PEPTIKUM

Pengertian
  Ulkus peptikum adalah rongga dangkal yang dibentuk dalam dinding mukosa lambung,pilorus,atau duodenum.
  Ulkus peptikum terjadi akibat kelebihan asam lambung atau kegagalan mukosa untuk menetralkan sekresi lambung.
  Asam ini mengiritasi mukosa dan ulserasi kecil lambung atau lapisan duodenal menimbulkan gejala.
  Penyembuhan mengakibatkan pembentukan jaringan fibrosa dan akhirnya jaringan parut permanen.
Komplikasi utama berkenaan dengan pnyakit ulkus peptikum
  Hemoragi– dibuktikan dengan hematesis.
  Perforasi– dibuktikan dengan tiba-tiba nyeri yang menyiksa disertai dengan abdomen kaku seperti papan dan gejala syok.
  Obstruksi– Disebabkan oleh konstriksi jalan keluar gaster sebagai akibat dari edema dan jaringan parut yang sembuh kembali.
Predisposisi
Beberapa pendapat mengatakan ulkus nampak terjadi pada orang yang cenderung emosional,tetapi apakah ini faktor pemberat kondisi,masih tidak pasti. Kecenderungan keluarga juga tampak sebagai faktor predisposisi signifikan. Faktor predisposisi lain yang juga dihubungkan dengan ulkus peptikum adalah minum alkohol dan merokok berlebihan
Patofisiologi
            Ulkus peptikum terjadi pada mukosa gastroduodenal karena jaringan ini tidak dapat menahan kerja asam lambung pencernaan. Erosi yang terjadi berkaitan dengan peningkatan konsentrasi dan kerja asam peptin,atau berkenaan dengan penurunan pertahanan normal dari mukosa. Mukosa yang rusak tidak dapat mensekresi muscus yang cukup bertindak sebagai barier terhadap asam klorida.
Sekresi lambung terjadi pada 3 fase:
1)      Sefalik
              Fase pertama ini di mulai dengan rangsangan seperti pandangan,bau atau rasa makanan yang bekerja pada reseptor kortikal serebral yang pada gilirannya merangsang saraf vagal. Intinya,makanan yang tidak menimbulkan nafsu makan menimbulkan sedikit efek pada sekresi lambung.

2)   Fase Lambung
              Pada fase ini asam lambung dilepaskan sebagai akibat dari rangsangan kimiawi dan mekanis terhadap reseptor dibanding lambung. Revleks vagal menyebabkan sekresi asam sebagai respon terhadap distensi lambung oleh makanan.
2)       Fase Usus
              Makanan dalam usus halus menyebabkan pelepasan hormon(dianggap menjadi gastrin) yang pada waktunya akan mereangsang sekresi lambung.
Manifestasi Klinik
Gejala ulkus dapat hilang selama beberapa hari,minggu,atau beberapa bulan dan bahkan dapat hilang hanya sampai terlihat kembali,sering tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi.

Nyeri:
>>Biasanya pasien ulkus mengeluh nyeri tumpul,seperti tertusuk atau sensasi terbakar di epigastrium tengah atau di punggung. Hal ini diyakini bahwa nyeri terjadi bila kandungan asam lambung dan duodenum meningkat menimbulkan erosi dan merangsang ujung saraf yang terpajan.
>>Nyeri biasanya hilang dengan makan karena makan menetralisir asam atau dengan menggunakan alkali,namun bila lambung telah kosong atau alkali tidak digunakan nyeri akan kembali timbul.
Pirosis(nyeri uluhati):
>>Beberapa pasien mengalami sensasi luka bakar pada eshopagus dan lambung,yang naik ke mulut,kadang-kadang disertai eruktasi asam (sendawa).
Muntah:
>>Muntah dapat menjadi gejala ulkus peptikum. Hal ini dihubungkan dengan pembentukan jaringan parut atau pembangkakan akut dari membran mukosa yang mengalami inflamasi di sekitarnya pada ulkus akut.
Konstipasi dan perdarahan:
Kemungkinan sebagai akibat dari diet dan obat-obatan. Pasien dapat juga datang dengan perdarahan gastrointestinal sebagian kecil pasien yang mengalami akibat ulkus akut sebelumnya tidak mengalami keluhan,tetapi mereka menunjukkan gejala setelahnya.
Penatalaksanaan
dibagi menjadi 2 :

            1. Penatalaksaan Medikal
            2. Penatalaksanaan Bedah
Penatalaksanaan Medikal
  Tujuan utama pada ulkus peptikum adalah mengistirahatkan lambung.
  Antara lain :
            1. Penetralan atau buffering asam hidroklorida
            2. Menghambat sekresi asam
            3. Menurunkan aktivitas pepsin dan asam hidroklorida
            4. Membasmi H.pylori dan saluran gastrointestinal
Respon terhadap program terapeutik bervariasi sesuai dengan persepsi klien tentang status kesehatan dan derajat gaya hidup yang dipengaruhi oleh penyakit ulkus.
Batasan dan keberhasilan intervensi antara lain :
            1. Klien mengalami penurunan nyeri yang akhirnya hilang,juga manifestasi lainnya.
            2. Klien makan nutisi diet dan melaporkan peningkatan toleransi terhadap makanan.
            3. Klien mematuhi jadwal pengobatan.
            4. Klien mengidentifikasi stresor dan mengembangkan cara untuk menghadapi atau mengubahnya.
Penatalaksanaan Bedah
Pembedahan lambung dilakukan untuk alasan berikut :
1. Menurunkan kemampuan sekresi asam lambung
2. Mengangkat keganasan atau lesi potensial keganasan
3. Mengobati kedaruratan bedah yang berkembang sebagai komplikasi penyakit ulkus peptikum
4. Mengatasi klien yang tidak berespon terhadap terapi medikal
Kebanyakan ulkus kronis dan berulang akhirnya diatasi melalui pembedahan.
Pembedahan untuk pencegahan kekambuhan lkus dilakukan untuk alasan berikut :
  1. Memudahkan regurtasi enterogastrik sekresi mukosa,empedu,dan getah pankreas.
  2. Menurunkan kapasitas sekretoriat lambung dengan mengangkat sel parietal.
  3. Menghilangkan rangsang sekresi asam hidroklorida dan memotong saraf vagus.
  4. Menghilangkan mekanisme hormon gastrik dengan gastrektomi.
Pendekatan pembedahan untuk menurunkan keasaman lambung adalah :
  1. mengangkat saraf yang merangsang sel yang mensekresi asam
  2. Mengangkat bagian lambung yang mensekresi asam.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar